Efektivitas Metode Montessori Dalam Meningkatkan Kemandirian Dan Kreativitas Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.67028/jssmr.v2i3.201Keywords:
Metode Montessori, Kemandirian, Kreativitas, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya tingkat kemandirian dan kreativitas anak usia dini di TK Pembina Aikmel, di mana sebagian besar anak masih bergantung pada arahan guru dan jarang mengekspresikan ide kreatif secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Metode Montessori dalam meningkatkan kemandirian dan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 22 anak. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan guru, dan dokumentasi aktivitas anak, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan. Pada pra siklus, hanya 23% anak mampu memilih aktivitas sendiri dan 27% mampu menyelesaikan tugas mandiri, sedangkan kreativitas anak hanya tercapai 23%–18%. Setelah siklus pertama, kemampuan kemandirian meningkat menjadi 55%, tugas mandiri 59%, dan kreativitas 52%–50%. Pada siklus kedua, hampir seluruh anak menunjukkan peningkatan optimal: 91% mampu memilih aktivitas sendiri, 95% menyelesaikan tugas mandiri, dan 89%–86% menunjukkan ekspresi kreativitas secara konsisten. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Metode Montessori efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kreativitas anak usia dini di TK Pembina Aikmel. Oleh karena itu, guru dan lembaga PAUD dianjurkan mengadopsi Metode Maria Montessori sebagai strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan anak secara holistik, kreatif, dan mandiri.



